Kronologis Kasus Korupsi Yang Menjerat Wakil Ketua DPR

Kasus korupsi sepertinya menjadi kasus yang tidak henti-hentinya terjadi di negara kita ini. Tidak hanya menjerat pejabat di tingkat tinggi, namun juga pejabat di tingkat bawah. Salah satu kasus korupsi yang baru saja ditemukan oleh Komisi Pemberantas Korupsi atau KPK. Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap anggota DPRD Kebumen yaitu Taufik Kurniawan. Setelah pengembangan kasus tersebut, muncullah beberapa nama lainnya salah satunya yaitu wakil ketua DPR.

Kronologi Kasus Suap DAK Kebumen

Taufik Kurniawan sendiri merupakan salah satu kader PAN yang cukup berpengalaman di dunia kerja dan juga di panggung politik. Dia dikenal sebagai sosok yang pernah memiliki jabatan penting pada beberapa perusahaan besar seperti GM di PT. Blue Vile Corp, Manager di PT. Salim Group Indonesia, dan juga sebagai Dirut di PT. Jati Prima. Selain itu karirnya di panggung politik juga cukup mumpuni. Karirnya tersebut diawali saat dirinya bergabung pada partai PAN dan menjadi sekretaris di partai besutan Amien Rais tersebut. Setelah dia terpilih menjadi anggota DPR pada periode 2004 hingga 2009, maka karirnya di panggung politik kian meroket. Hingga pada akhirnya dia menggantikan posisi Marwoto Mitrohardjono yang meninggal dunia sebagai wakil ketua DPR RI. Namun sayangnya, jabatan yang merupakan amanah dari rakyat ini disalahgunakan.

Kasus yang menjerat wakil ketua DPR yaitu Taufik Kurniawan ini bermula dari tertangkapnya seorang pejabat daerah Kota Kebumen dan juga seorang anggota DPRD Kebumen. Pada saat itu pihak KPK mengamankan uang sebesar 70 juta rupiah yang diduga merupakan uang yang akan digunakan untuk menyuap anggota pemerintahan Kabupaten Kebumen tersebut. setelah adanya pengembangan kasus lebih lanjut, maka ditetapkanlah Anggota Komisi A DPRD kabupaten Kebumen, Sekretaris Daerah Kebumen, dan juga dua orang dari pihak swasta.

Selain beberapa pejabat tersebut, ada juga Bupati Kebumen non aktif yaitu Muhamad Yahya Fuad dan juga beberapa pejabat swasta lainnya yang menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang. Untuk kasus yang menjerat Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan terjadi karena dia telah menerima uang sebesar 100 miliar rupiah dan fee yang berasal dari Bupati Kebumen non aktif Muhamad Yahya Fuad sebesar 3,65 miliar rupiah. Nilai fantastis yang dia terima adalah berasal dari anggaran untuk Dana Alokasi Khusus Kabupaten Kebumen.

Kasus ini bermula dari permintaan Yahya selaku Bupati Kebumen non aktif yang meminta Taufik Kurniawan untuk menyetujui alokasi dana untuk Dana Alokasi Khusus yang terdapat pada APBN Kabupaten Kebumen. Diduga mereka berdua meminta fee sebanyak 7 persen kepada perusahaan yang menjadi rekanan. Penyerahan uang dengan nilai yang tidak sedikit tersebut dilakukan tidak hanya sekali namun secara bertahap di lokasi yang berbeda-beda, salah satunya adalah di Semarang.

Dengan disetujuinya perubahan anggaran atas APBN Kabupaten Kebumen oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang berasal dari Dapil Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara ini, maka terdapat dana sebesar 93,37 miliar rupiah pada Dana Alokasi Khusus Kabupaten Kebumen. Pemeriksaan oleh KPK terhadap Taufik Kurniawan ini berlangsung sejak bulan Agustus 2018. Sejak ia dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK, maka Taufik Kurniawan dilarang untuk meninggalkan wilayah Indonesia selama 6 bulan ke depan. Kerja keras KPK tidak berhenti sampai disitu, hingga hari ini telah ditetapkan 11 tersangka kasus suap Dana Alokasi Khusus pemerintah Kabupaten Kebumen.